Tour Aksara Di Singapura
Berkunjung Singapura
Negara yang terletak di ASEAN ini memiliki pelabuhan tersibuk di dunia selain empat negara lain didunia. Tak heran menjadi kota dunia kosmopolitan. Negara ini dipisahkan oleh selat Johor dari negara Malaysia. Dengan keadaan geografi seperti ini saya berkunjung dengan rombongan FIM melalui Negara Malaysia.
Perjalanan menuju Singapura dengan moda darat yaitu Bus, rombongan diinfokan oleh tour guide yang bernama Mas Didi, untuk selalu mempersiapkan diri dengan dokumen yang lengkap, termasuk mengisi ICA secara online, sebagai syarat masuk ke negara Singapura dari pihak imigrasinya, seru juga mengisinya, kami secara bersama-sama di dalam Bus untuk mengisinya. Sesampainya di perbatasan kedua negara terlihat ada beberapa orang yang berjalan kaki yang infonya ada paspor yang tertinggal sehingga harus keluar dari bus dan kembali dengan berjalan kaki. Di imigarsi Singapura antrean panjang terlihat, wajah-wajah tegang dan serius nampak dari muka orang-orang yang mengantre, berjalan dalam antrean ini sangat cepat dan tidak leha-leha, disini terkenal disiplin tinggi. Saya selalu mengintip paspor di tas selempang ini jangan sampai timbul masalah bisa berabe.
Sampai didepan meja petugas imigrasi , wajah - wajah tegang dari para pengantre masih terlihat. Tiba giliran saya , paspor saya masukkan di alat scan, terjadi sesuatu hal yang takterduga, pintu tidak terbuka, dibantu mas Didi, ternyata ada kekeliruan nomer paspor di ICA yang saya tulis , angka 2 tertulis Z, maklum ngisinya didalam bus dan saya kurang teliti, akhirnya saya diminta diruangan manual, sementara sahabat-sahabat saya sudah aman melenggang di Negara Singapura, saya masih tertinggal di pintu Imigrasi. Untung ada beberapa rombongan yang mengalami nasib sama, termasuk anak SD yang tegar dan berani, ada salah satu juga anak SMP perempuan yang tidak membawa ICAnya dia menangis, namun petugasnya tidak seseram cerita-cerita yang saya dengar, mereka juga profesional dalam bertugas. Dengan bantuan petugas dalam memperbaiki identitas akhirnya saya bisa masuk ke Negara Singapura. Lega rasanya.
Beberapa destinasi yang kami kunjungi Halaman Gedung Victoria, disini terlihat gedung yang megah dan halaman luas, kami berfoto dan latihan yel-yel. Setelah itu ke Patung Singa ( Merlion ) icon Kota Singapura yang wajib dikunjungi, rasanya seperti mimpi bisa berfoto disini yang selama ini hanya melihat gambar atau foto saja, saya berfoto juga dengan turis dari USA, melihat tas yang tertinggal namun tidak ada yang mengambil karena orang berkeyakinan nanti yang punya akan kembali lagi. Setelah itu kami ke pasar singapura Bugis Street, barangnya berkualitas dan bersih tidak ada kumuh-kumuhnya. Hampir semua rekan-rekan memborong barang - barang disini. Siangnya kami Sholat di Masjid Temenggong Daeng Ibrahim, sekaligus makan siang, pengurus masjidnya luar biasa ramah kami pun diberi kerupuk Singapura. Kemudian kami ke Jewel Changi sebuah bandara yang megah sekaligus tempat wisata karena terdapat air terjun buatan yang sangat mempesona dan indah sekali, terdapat juga jembatan kaca yang tinggi. Setelah puas berfoto ria kami menuju ke Pulau Sentosa ( Bola Universal ). Disepanjang jalan tour guide disini tak henti-hentinya menjelaskan tentang keadaan yang dilalui bus, sambil melihat jalanan yang didominasi roda empat dimana disini mobil dibatasi tiap rumah satu mobil dengan pajak yang tinggi, tujuannya agar tidak terjadi kemacetan di ajalan raya, gedung-gedung tinggi dan rumah berbentuk apartemen yang rapi dan bersih, karena lahan yang tidak luas. Banyak daratan yang sudah berubah menjadi jalanan yang bagus dan gedung-gedung tinggi dulunya adalah lautan yang di reklamasi, luar biasa. Karena di tanami pohon - pohonan seperti hutan kota. Menjadikan kotanya tidak terlalu panas.
Keindahan dan kerapihan Singapura patut diacungi jempol. Kotanya sangat bersih karena masyarakatnya sangat disiplin. Hal itu akan terjadi jika masyarakatnya mempunyai kesadaran tinggi. Pejalan kaki di sini sangat dihargai, ketika kita akan menyeberang maka pengendara mobil akan mendahulukan penyeberang jalan. Ini yang harus kita contoh ya, negaranya miskin sumber daya alam namun kaya akan sumber daya manusia. Yuk kita bisa ya biar menjadi negara maju, kuncinya disiplin dan mempunyai kesadaran tinggi.
Halaman Gedung Victoria Merlion ParkJewel Changi Bugis Street




Komentar
Posting Komentar