Durian Luar Negeri

      Sebelum ke Singapura esok hari dalam rangka tour3 negara, rombongan kami menginap di kota Johor Baru. Bus memasuki area pusat kota dan terlihat pertokoan yang ramai. Seperti kota-kota lain di sini, motor jarang terlihat tidak seperti di Indonesia. Bus pun parkir di depan pertokoan, ternyata hotelnya ada di area pertokoan yang ramai. Setelah mengantre kunci kamar. Kami pun segera bergegas menuju kamar. Segera saya mandi, uh terasa segar setelah seharian beraktivitas di Kuala Lumpur. Malamnya terngiang-ngiang kota Johor Baru yang ramai, penasaran kepingin ekplore kota ini. Saya menghubungi besty, Bang Fanani Mosa, Lewat HP.  " Bang sudah tidur belum", kata saya. "Belum ni, tidak bisa tidur, mungkin saking mewahnya hotel berbintang di Asia Tenggara ini, ya? He, he, he" kata Bang Fanani. " Iya, He, he, he, Guru kan terhornat disini, ya pasti dilayani dengan baiklah, yuk kita jalan-jalan Bang", kata saya. Maka guna mengusir penasaran akan kota ini, kami jalan-jalan ke depan hotel. Cuci mata , Sekaligus menghirup udara segar di malam hari di seputaran negara Malaysia. Persis di seberang jalan ( depan hotel tempat kami menginap serombongan FIM = Forum Indonesia Menulis ) ada penjual durian. Berbagai macam durian dari berbagai negara( dengan berbagai macam rasa dan harga tertentu) kami iseng mendekat dan menanyakan durian-durian penggoda pandangan dan selera ini. Sang penjual yang nota bene kebanyakan keturunan Tionghoa itu lantas mempersilahkan dan mengkalkulasi harga. Kamipun terlibat tawar menawar harga. Dari uang ringgit yang harus kami bayarkan, keliatan dari angkanya terasa murah karena angkanya kecil tidak seperti di Indonesia yang ribuan nominalnya. Tapi mahal ternyata jika dikurskan denag rupiah. Begitu sepakat, kami berdua saya dang Bang Fanani dilayani dengan penuh ramah dan santun. Dicarikan meja kursi yang tak terisi. Sajian buah aroma wangi dan harum milik pilihan kami  tersai sepenuh hati. Warna yang kuning dengan daging yang tebal, serta rasa yang lezat, nendang pokoknya. " Pasti ini durian dari kampung durian runtuhnya Upin Ipin ya" kata saya. " Durian Musangking, yang digemari si opet itu ya, memang pantas mahal, namun dak rugi kita membelinya", kata Bang Fanani. Kami berdua betul-betul menikmati suasana malam hari di Kota Johor Baru, Malaysia. Tongkrongannya ditemani Durian yang super lezat, bukan kopi, yang terlihat jarang kafe-kafe disini.

     Keesokan harinya kami berangkat ke Singapura, yang berbatasan dengan kota Johor Baru, Malaysia. Setelah memasuki perbatasan dengan pemeriksaan yang super duper ketat, serta sedikit drama, karena sempat tertahan di ruang pemeriksaan. Kami pun bisa masuk di negara Singapura yang cantik, megah, modern, disiplin. Berbagai tempat wisata kami kunjungi, semua memberikan pesona yang mendalam, negara kecil namun ditata sedemikian rupa sehingga menarik wisatawan dari berbagai negara. Tidak menyangka Bandara pesawat pun dijadikan tempat wisata yang keren dan canggih, air terjun masuk bandara, he he he. Amazing. Malamnya rombongan kami langsung menuju ke Thailand, drama terjadi sebelum memasuki Thailand bus kami diperiksa tentara diraja Malaysia dengan senjata lengkap, satu persatu harus menunjukkan paspor, tegang juga kami melihat polisi bercadar hanya keliatan matanya yang tajam,  namun akhirnya bus di minta lanjut. ternyata mereka mencari imigran gelap yang kabur dari tahanan. 

     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tour Aksara Di Singapura